Day: November 6, 2025
PBNU dan Muhammadiyah Kompak: Jasa Soeharto Patut Dikenang sebagai Pahlawan Nasional
Jakarta — Dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, terus menguat. Dua ormas Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), menyatakan bahwa Soeharto layak mendapat penghargaan tertinggi negara atas jasa besarnya dalam perjuangan dan pembangunan bangsa. Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa sikap Muhammadiyah telah bulat mendukung penuh pemberian
Hari Pahlawan: Suara Tokoh Agama–Akademisi Menguat, Soeharto Layak Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Jakarta — Bersamaan peringatan Hari Pahlawan, sejumlah tokoh agama, akademisi, dan politisi menyatakan dukungan terbuka—menilai jasa dan rekam pengabdian Presiden ke-2 RI, Soeharto layak diakui negara dengan gelar Pahlawan Nasional. Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan perlunya sikap dewasa dalam membaca sejarah kepemimpinan nasional. “Setiap mantan presiden yang telah tiada layak diangkat sebagai
Tokoh Bangsa Kompak Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Jakarta – Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, dukungan terhadap pengusulan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional semakin menguat dan menjadi sorotan publik. Sejumlah tokoh ormas besar, akademisi, hingga pimpinan partai politik kompak menyatakan bahwa Soeharto layak diberi gelar pahlawan atas jasa besarnya dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Ketua PP Muhammadiyah
Akademisi dan Tokoh Agama Dukung Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Jakarta – Dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan bagi Presiden ke-2 RI, Soeharto, menguat dari kalangan akademisi dan tokoh agama. Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Marsuki, menilai Soeharto, layak dianugerahi gelar pahlawan nasional. Rekam pembangunan yang berdampak luas menjadi alasan penting untuk mempertimbangkan penghargaan nasional tersebut secara objektif dan proporsional. “Selama lebih dari 30 tahun memimpin,
Program MBG Libatkan Peran Masyarakat Wujudkan Target Nasional 82,9 Juta Pada Akhir 2025
Oleh : Fajar Saputra )* Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui Badan Gizi Nasional (BGN), upaya percepatan dilakukan secara sistematis dan terukur untuk mencapai target 82,9 juta penerima manfaat hingga
MBG Bentuk Investasi Gizi untuk Anak di Masa Depan sekaligus Dorong Pemerataan Ekonomi
Oleh: Rafi Alamsyah )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai membawa perubahan nyata bagi kualitas sumber daya manusia dan pemerataan ekonomi nasional. Program ini tidak hanya menyediakan makanan gratis bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif.
Pemerintah Terus Komitmen Realisasi Target 82,9 Juta Penerima Program MBG Nasional
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencapai target 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan status gizi masyarakat di seluruh Indonesia. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa pemerintah berfokus
Pemerintah Terus Lakukan Penguatan Rantai Pasokan Bahan Baku Dukung Program MBG
JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat rantai pasokan bahan baku pangan nasional guna memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mewujudkan generasi sehat dan produktif. Dukungan lintas sektor pun mengalir, termasuk dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang kini aktif
Pemerintah Dorong Peluang Kolaborasi Pengusaha dan UMKM Sukseskan Program MBG
Oleh : Ahmad Rajiman Ketika pemerintah Indonesia mengusung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), maka tidak hanya aspek pangan yang harus menjadi perhatian, namun juga bagaimana program tersebut dapat memberikan dampak ganda, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun dari sisi ekonomi. Dalam hal ini, langkah untuk mendorong kolaborasi antara pengusaha besar, sektor swasta dan
Pemerintah Terus Perkuat UMKM Sebagai Penggerak Pemerataan Ekonomi
Oleh : Dewi Fatimah )* Pemerintah terus memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pendekatan yang menyentuh kebutuhan paling dasar pelaku usaha yaitu akses permodalan, pendampingan, dan pasar. Lewat kebijakan pembiayaan berbunga ringan, perluasan jaminan kredit, serta program inkubasi bisnis, UMKM didorong untuk naik kelas dari tahap bertahan menjadi tumbuh berkelanjutan. Di lapangan, pelaku usaha
