Day: September 16, 2025
Cegah Polarisasi Politik, Waspadai Narasi Provokatif Jelang G30S/PKI
Jakarta – Jelang peringatan G30S/PKI, pengamat intelijen dan terorisme Ridlwan Habib mengingatkan potensi munculnya polarisasi politik yang bisa memicu instabilitas nasional. Ia menilai, meskipun Indonesia tengah berusaha pulih pasca gelombang demonstrasi besar yang sempat menimbulkan kerusuhan, masih ada potensi kerawanan sosial yang perlu diantisipasi secara serius oleh aparat keamanan dan seluruh elemen bangsa. Ridlwan menilai,
Menjelang G30S Masyarakat Diimbau Waspadai Narasi Provokatif di Medsos
JAKARTA – Indonesia kini tengah berada dalam proses pemulihan setelah demonstrasi besar yang berujung pada kerusuhan beberapa waktu lalu. Proses recovery ini harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengakomodasi berbagai tuntutan masyarakat yang belum sepenuhnya terjawab. Hal tersebut disampaikan oleh Ridlwan Habib, tokoh masyarakat yang menilai bahwa meskipun ada kemajuan, banyak tuntutan yang perlu diperhatikan dengan
Jaga Persatuan Bangsa, Waspadai Polarisasi Menjelang G30S/PKI
Jakarta – Menjelang peringatan G30S/PKI, pengamat intelijen dan terorisme Ridlwan Habib mengingatkan pentingnya seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan ketahanan nasional. Ia menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi pengingat akan bahaya perpecahan, sehingga kewaspadaan kolektif diperlukan untuk menghindari pihak-pihak yang mencoba memecah belah masyarakat. Situasi Indonesia saat ini masih dalam masa pemulihan pasca demonstrasi besar
Pengamat Intelijen: Komunis Klasik Sudah Hilang Namun Waspada Provokasi Anarko
Jakarta – Bahaya komunisme klasik di Indonesia dinilai sudah tidak ada, akan tetapi ide-ide liar dari anak muda saat ini harus dicermati secara khusus. Munculnya narasi-narasi provokatif sangat berbahaya, apalagi menjelang peringatan G30S, rawan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk merusak soliditas bangsa. Meski begitu, Ridwan tetap meyakini bahwa kekuatan toleransi masyarakat Indonesia masih kuat untuk
TNI Polri Solid Jaga Stabilitas Nasional dari Ancaman Aksi Anarkis
Oleh: Rivka Mayangsari*) Stabilitas nasional merupakan syarat utama bagi keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Dalam situasi yang dinamis pasca sejumlah aksi unjuk rasa di berbagai daerah, peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga negara. Kedua institusi ini berdiri tegak di garis terdepan untuk menjaga keamanan,
TNI Polri Solid Jaga Ketertiban Publik dari Ancaman Aksi Rusuh
Oleh : Adhika Utama Sejak beberapa minggu terakhir, Indonesia diguncang oleh gelombang demonstrasi yang pada awalnya tampak sebagai penyampaian aspirasi damai tetapi kemudian sebagian berubah menjadi aksi anarkis. Perusakan fasilitas umum, pembakaran gedung, hingga kerusuhan kecil di beberapa kota menimbulkan keresahan di masyarakat. Di tengah situasi yang memanas itu, TNI dan Polri kembali menegaskan komitmen
TNI-Polri Solid Pastikan Demokrasi Tidak Boleh Dicederai Anarkisme
Jakarta – Soliditas antara TNI dan Polri kembali ditunjukkan melalui langkah konkret di lapangan, guna memastikan demokrasi di Indonesia berjalan tanpa dicederai oleh tindakan anarkis. Kehadiran aparat gabungan yang terjun langsung ke masyarakat menjadi bukti nyata komitmen negara dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas nasional. Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.,
TNI-Polri Solid Amankan Situasi Nasional dari Provokasi Tak Bertanggung Jawab
Jakarta – Kondisi nasional pascademonstrasi ricuh pada akhir Agustus 2025 terus menunjukkan tren membaik. TNI dan Polri tetap solid menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat merasa aman dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak bertanggung jawab. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, situasi di berbagai daerah kini semakin kondusif. Ia
Swasembada Pangan Jadi Penopang Utama Ekonomi Berkelanjutan
Oleh: Mahmud Sutramitajaya)* Pemerintah terus menaruh perhatian besar terhadap sektor pangan sebagai penopang utama ekonomi berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang kini digenjot adalah percepatan program swasembada beras melalui penambahan lahan pertanian dan pembangunan kawasan pangan. Target ambisius ini diyakini akan tercapai pada tahun ini, sejalan dengan visi memperkuat ketahanan pangan nasional. Deputi Bidang Keterjangkauan
Pemerintah Percepat Swasembada Pangan dengan Ekstensifikasi Lahan
Oleh: Anggina Kuswandari* Ketahanan pangan adalah salah satu pilar utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan dunia, namun realitasnya selama beberapa dekade terakhir masih menghadapi tantangan serius berupa ketergantungan pada impor. Oleh karena itu, langkah pemerintah mempercepat swasembada pangan melalui ekstensifikasi lahan menjadi strategi penting yang
