Tokoh Agama Tegaskan Anarkisme Bertentangan dengan Nilai Luhur Bangsa
Jakarta – Gelombang aksi demonstrasi yang terjadi sejak akhir Agustus 2025 masih berlangsung di berbagai daerah. Ini berawal dari penolakan terhadap isu kenaikan gaji anggota DPR RI, namun kini melebar menjadi gerakan nasional dengan melibatkan ribuan mahasiswa, buruh, hingga komunitas ojek online. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi gangguan terhadap stabilitas pemerintahan jika aksi tidak
Dukung Perdamaian, Elemen Masyarakat Kompak Tolak Demo Anarkis
Jakarta — Sejumlah pihak menyerukan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara damai tanpa aksi anarkis yang justru merugikan masyarakat luas. Imbauan ini muncul menyusul gejolak unjuk rasa yang terjadi beberapa hari terakhir di ibu kota. Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI), Aditya Perdana, menilai langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang mengundang tokoh lintas agama dan
Pesan Suara Lintas Iman Merawat Tenang di Tengah Ricuh Demonstrasi
Oleh: Latea Latra Gelombang aksi yang mulai dari penolakan isu kenaikan gaji anggota DPR RI dan kemudian melebar menjadi gerakan nasional menunjukkan dua wajah demokrasi kita sekaligus yakni semangat partisipasi yang sehat dan risiko eskalasi yang mengkhawatirkan. Ribuan mahasiswa, buruh, hingga komunitas ojek online turun ke jalan menyuarakan keresahan. Namun ketika energi moral itu terseret
Masyarakat Dukung Komitmen Pemerintah Redam Aksi Anarkis dan Jaga Perdamaian
Oleh : Zaki Walad )* Gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir kembali menjadi berita duka bagi Indonesia. Pasalnya hal ini diwujudkan dengan cara merusak fasilitas umum dan memicu kerusuhan, maka sesungguhnya yang menjadi korban bukan hanya pemerintah, melainkan masyarakat luas. Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana, menilai langkah cepat
Tokoh Agama dan Pakar: Jangan Bertindak Anarkis, Tetap Jaga Persatuan
Jakarta – Aksi unjuk rasa di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia mengakibatkan korban jiwa beberapa waktu lalu. Aksi yang cenderung anarkis dan merusak fasilitas umum ini mendapat sorotan dari tokoh agama dan pakar. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Marsudi Syuhud mengatakan penyampaian kritik kepada pemerintah adalah ajaran yang memang diajarkan untuk
MUI: Penyampaian Pendapat Tidak Boleh Anarki dan Jaga Persatuan
Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud mengatakan dalam penyampaian pendapat tidak dibenarkan bertindak anarki. Selain itu juga penting untuk menjaga persatuan. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud saat berdialog di salah satu stasiun televisi swasta nasional, selasa 2/9/2025. Menurutnya penyampaian pendapat harus dilakukan secara santun
Hentikan Demo Anarkis, Akademisi dan Tokoh Agama Ajak Publik Jaga Persatuan
Jakarta, CNN Indonesia — Seruan untuk menyudahi aksi demonstrasi anarkis menguat dari kalangan akademisi hingga tokoh agama. Mereka menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dijamin konstitusi, namun harus dilakukan dengan cara damai dan taat hukum agar tidak merugikan masyarakat luas. Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana, menyatakan bahwa aksi demonstrasi memang bagian dari demokrasi. Namun ia
Tokoh Agama dan Akademisi Ingatkan Sampaikan Aspirasi Dengan Cara Yang Bermartabat
Jakarta – Wakil Ketua MUI Marsudi Suhud dan akademisi dan Pakar Komunikasi Politik Universtias Indonesia (UI) Aditya Perdana sepakat, menyampaikan aspirasi harus dengan cara-cara bermartabat. Hal ini disampaikan dalam ruang dialog khusus di siaran TV Nasional pada 2 September 2025. Wakil Ketua MUI Marsudi Suhud menekankan bahwa menyampaikan aspirasi harus dengan cara-cara yang elegan dan
Pakar Politik Sebut Tindakan Presiden Prabowo Redam Kerusuhan Sudah Tepat
Jakarta,— Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI), Aditya Perdana, menyatakan bahwa aksi demonstrasi memang bagian dari demokrasi. Namun ia menegaskan, ketika penyampaian aspirasi dilakukan secara merusak dan anarkis, konsekuensinya justru merugikan publik. “Ketika cara-caranya merusak dan anarkis, tentu mempunyai konsekuensi yang tidak diinginkan, termasuk kerusakan fasilitas umum. Pada akhirnya masyarakat juga yang susah karena tidak
Waketum MUI KH. Marsudi Syuhud Sebut Stop Demokrasi Anarkis Waktunya Demokrasi Damai dan Beradab
Dalam semangat persatuan dan stabilitas nasional, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Marsudi Syuhud kembali menekankan pentingnya menjalankan demokrasi dengan cara yang damai dan beradab. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikannya baru-baru ini, KH. Marsudi mengajak seluruh masyarakat untuk berhenti berdemokrasi dengan cara anarkis dan beralih kepada pendekatan yang lebih konstruktif demi membangun Indonesia
Archives
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |

