Day: January 25, 2026
Kebijakan Kelistrikan untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra
Oleh: Syahrul Azzam Firdaus )* Pemulihan wilayah pascabencana di Sumatra menuntut penanganan yang menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan, salah satunya melalui kebijakan kelistrikan yang adaptif terhadap kondisi darurat sekaligus berpandangan jangka panjang. Kelistrikan memegang peranan vital dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi karena menjadi fondasi bagi pemulihan layanan publik, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat terdampak. Tanpa pasokan
Memulihkan Listrik, Memulihkan Kehidupan Pascabencana Sumatra
Oleh: Ahmad Syahrial *) Pemulihan listrik pascabencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra bukan sekadar urusan teknis, melainkan merupakan tulang punggung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Ketika bencana menghantam akhir November 2025, hamparan infrastruktur listrik di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat runtuh bersama tanah dan arus air. Keberhasilan pemerintah dan PT PLN (Persero)
Listrik Huntara Digratiskan, Perkuat Pemulihan Warga Pascabencana Sumatra
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatra melalui kebijakan penggratisan listrik di hunian sementara (huntara). Langkah ini diambil untuk meringankan beban warga sekaligus memastikan aktivitas harian dan layanan dasar dapat kembali berjalan normal selama masa transisi menuju hunian tetap. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa kebijakan
Pemerintah Melalui PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascabencana Sumatra
Jakarta – Pemerintah melalui PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan kelistrikan di wilayah Sumatra pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera Utara. Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen negara dalam memastikan layanan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi darurat. Hingga saat ini, proses pemulihan menunjukkan progres signifikan
Strategi Terpadu Pemerintah Mengokohkan Ketahanan dan Kemandirian Pangan
Oleh: Alfin Ilham )* Dengan jumlah penduduk yang telah mencapai sekitar 285 juta jiwa, sektor pangan menempati posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional Indonesia. Ketersediaan pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi pilar utama ketahanan nasional, stabilitas sosial, dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan pengelolaan pangan sebagai
Swasembada Beras Tercapai Setahun, Prabowo Tegaskan Keberhasilan Reformasi Pertanian
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu bukti paling nyata keberhasilan kinerja pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Capaian tersebut dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membangun kepercayaan diri bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri. Presiden menilai prestasi tim pertanian dan ekonomi patut diapresiasi karena menjadi fondasi
Swasembada Pangan Era Prabowo Diperkuat Aksi Nyata Daerah dan Dunia Usaha
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja tim pemerintahannya yang mampu mewujudkan swasembada beras nasional jauh lebih cepat dari target awal. Target yang sebelumnya dipatok empat tahun, nyatanya dapat dicapai hanya dalam waktu satu tahun. Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat berbicara di forum internasional World Economic Forum (WEF). Ia mengungkapkan bahwa produksi beras Indonesia
Pemerintah Jaga Rupiah, Aktivitas Ekonomi Daerah Tetap Aman
Oleh: Aulia Dana Utami *) Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator utama ketahanan ekonomi nasional. Ketika rupiah terjaga, kepercayaan pelaku usaha meningkat, inflasi dapat dikendalikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat berlangsung dengan lebih aman dan terukur. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas rupiah perlu didukung oleh penguatan ekonomi
Tak Perlu Panik, Rupiah Masih Dalam Kendali Negara
Oleh: Juana Syahril)* Nilai tukar rupiah sempat melemah mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan tersebut langsung memantik perhatian publik karena angka itu dianggap sebagai batas yang sensitif, sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap perekonomian domestik. Namun, otoritas moneter dan fiskal menegaskan bahwa kondisi ini masih berada dalam pengawasan
Tekanan Global Meningkat, Rupiah Tetap Terkendali
Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi pergerakan nilai tukar rupiah yang belakangan mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, pelemahan tersebut lebih dipengaruhi oleh dinamika global, sementara fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan terjaga. Purbaya menegaskan bahwa nilai tukar rupiah pada dasarnya akan
