Day: September 12, 2025
Pemerintah Serius Perluas Kesempatan Kerja, Penuhi Tuntutan 17+8
Oleh: Astrid Widia )* Pemerintah terus menunjukkan bahwa suara rakyat melalui 17+8 tidak dibiarkan bergema tanpa jawaban. Komitmen untuk memperluas lapangan kerja ditindaklanjuti secara konkret melalui kebijakan lintas sektor yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kabinetnya. Rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pemerintah menempatkan aspirasi publik
Lapangan Kerja Baru Hadir Sebagai Wujud Nyata Pemerintah Respon Aspirasi 17+8
Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan lapangan kerja baru untuk mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Langkah tersebut juga merupakan respon terhadap aspirasi 17+8. Pada poin 16 disebutkan bahwa masyarakat meminta agar pemerintah mengambil langkah darurat untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan lindungi buruh kontrak. Hal tersebut langsung direspon cepat oleh Presiden Prabowo Subianto. Dikutip
Pemerintah Tindaklanjuti Aspirasi Publik 17+8 dengan Perluasan Lapangan Kerja
JAKARTA – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang tergabung dalam 17+8 Tuntutan Rakyat. Upaya ini ditandai dengan langkah konkret membuka lebih banyak lapangan kerja baru melalui kebijakan lintas sektor, sebagai respons terhadap kebutuhan publik yang mendesak. Rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang digelar di Kemenko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham
Indonesia Tetap Damai Jangan Terprovokasi Isu Nepal
Oleh: Shafwa Nuraini )* Gelombang protes yang terus memanas di Nepal menjadi sorotan internasional. Ribuan massa di Kathmandu turun ke jalan, bahkan sampai membakar gedung parlemen hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya. Kericuhan di Nepal berawal dari kebijakan pemerintah setempat yang sempat melarang 26 platform media sosial, termasuk Facebook
Belajar dari Nepal: Indonesia Harus Cerdas Menyikapi Provokasi Global
Oleh: Reyhan Alfarizi )* Dinamika politik global dalam beberapa waktu terakhir memperlihatkan bagaimana isu lintas negara sering kali dijadikan bahan untuk memprovokasi masyarakat di tempat lain. Situasi ini semakin terasa ketika gejolak di satu negara dengan cepat mendapat sorotan publik internasional dan bahkan memengaruhi persepsi di Negara Tetangga. Dalam konteks ini, Indonesia perlu bersikap waspada
Indonesia Tetap Kondusif, Tak Bisa Disamakan dengan Nepal
Gelombang protes di Nepal semakin memanas. Ribuan orang kembali memenuhi jalan-jalan di Kathmandu dan membakar gedung parlemen hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan ad interim, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan kondisi Indonesia saat ini tetap aman. Sjafrie menegaskan pemerintah mengedepankan komunikasi dengan masyarakat sambil menjaga
Papua Butuh Kedamaian, Bukan Demo Anarkis
Oleh : Loa Murib Beberapa kota besar di Indonesia belakangan ini diguncang oleh aksi demonstrasi yang berujung ricuh. Fasilitas umum rusak, ketertiban terganggu, bahkan warga biasa ikut menjadi korban. Fenomena ini menjadi peringatan bahwa kebebasan berpendapat bisa kehilangan makna ketika disertai tindakan anarkis. Papua tentu tidak boleh mengikuti jejak yang sama. Dengan segala keragaman budaya,
Waspadai Isu Nepal Jadi Provokasi di Tanah Air
Haidar Alwi Institut (HAI) mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk bahu membahu menjaga persatuan di tengah krisis politik global. Lembaga ini menilai Indonesia harus belajar dari situasi di Nepal agar tidak mengalami hal serupa. Gelombang demonstrasi di Nepal dalam sepekan terakhir berubah menjadi tragedi besar. Aksi tersebut menelan korban jiwa, menghancurkan bangunan negara, serta menyeret tokoh-tokoh
Soliditas TNI – Polri Pertegas: Negara Tidak Akan Takluk pada Anarkis
Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah menegaskan kembali komitmennya menjaga kedaulatan, ketertiban, dan keselamatan publik di tengah rangkaian unjuk rasa yang sempat memanas di sejumlah daerah pada akhir Agustus dan awal September 2025. Presiden menyampaikan secara terbuka bahwa negara tidak akan tunduk pada tekanan, apalagi pada tindakan anarkis yang berpotensi merusak tatanan kehidupan bersama. Dalam
Sinergi TNI Polri Sukses Hentikan Gelombang Anarkisme
Oleh: Mahmud Sutramitajaya)* Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di ibu kota kembali menunjukkan hasil nyata. Gelombang anarkisme yang sempat dikhawatirkan muncul dalam aksi unjuk rasa berhasil dihentikan berkat sinergi yang kuat antara TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah. Koordinasi matang serta kesiapan ribuan personel di lapangan membuktikan bahwa kekompakan aparat negara menjadi benteng utama dalam
