Day: September 2, 2025
MUI Ajak Masyarakat Bersatu Tolak Segala Bentuk Provokasi dan Kerusuhan
JAKARTA – Gelombang aksi demonstrasi di sejumlah daerah mendapat sorotan serius dari para tokoh agama, politik, dan organisasi masyarakat. Mereka menegaskan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara, namun harus dilakukan dengan cara-cara damai demi menjaga ketertiban umum serta menghindari kerugian yang lebih besar. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud, menilai
Ganggu Stabilitas Pemerintahan, Akademisi Ajak Publik Stop Demo Anarkis
Jakarta, Pengamat politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana menjelaskan bahwa kebebasan berekspresi merupakan hak yang diatur konstitusi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hak tersebut harus disalurkan dengan cara yang tertib. “Penting ditegaskan bahwa kebebasan ini harus disalurkan dengan cara-cara yang tertib, tidak anarkis, serta tidak melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum” tuturnya. Ia pun mengajak masyarakat
Akademisi Ingatkan Dampak Buruk Demo Anarkis, Imbau Masyarakat Bijak Sikapi Informasi
Oleh: Aditio Putra Reynaldi Gelombang aksi massa yang belakangan terjadi menunjukkan betapa cepatnya informasi dapat memicu gejolak di tengah masyarakat. Tidak jarang, kabar yang belum tentu benar justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyulut provokasi. Kondisi ini membuat generasi muda, yang merupakan pengguna aktif media sosial, diminta lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi agar tidak terjebak dalam
MUI Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Tertib, Sudahi Demo Anarkis
Oleh : Rahmat Kurniawan*) Pemerintah saat ini menunjukkan kesigapan dalam menjaga ketertiban umum dan mencegah terjadinya konflik sosial ditengah maraknya unjuk rasa saat ini. Langkah-langkah cepat yang diambil aparat keamanan, ditambah dengan kebijakan strategis yang stabilitas, merupakan bukti bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat. Kehadiran pemerintah di tengah situasi penuh dinamika ini layak diapresiasi karena
Masyarakat Papua Serukan Perdamaian dan Tolak Provokasi Demo
Jayapura – Sejumlah elemen masyarakat di Papua mengeluarkan seruan perdamaian terkait adanya edaran demonstrasi yang menyerukan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Seruan ini datang dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Papua serta Asosiasi Gabungan Aliansi Roda Dua (Garda) Papua yang menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan menghindari aksi provokatif. Ketua DPD
Menyuarakan Demokrasi Tanpa Melukai: Pesan NU dan Muhammadiyah
Oleh: Moeini Syakir Gelombang demonstrasi sejak akhir Agustus 2025 menjadi tanda vitalitas partisipasi warga. Namun, vitalitas itu kehilangan daya pencerah ketika terseret arus anarkisme: penjarahan, perusakan fasilitas umum, hingga upaya meneror. Di titik ini, aspirasi yang semula hendak memperbaiki justru berisiko menambah luka sosial. Karena itu, seruan damai dari ormas keagamaan dan komunitas kepemudaan perlu
Seruan Tokoh Bangsa Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Nasional
Oleh : Masykur Abdullah )* Gelombang dinamika sosial yang terjadi belakangan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kondusifitas dalam kehidupan bermasyarakat. Peristiwa meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, dalam sebuah demonstrasi yang berakhir ricuh telah memantik perhatian publik di berbagai daerah. Kejadian ini tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menjadi refleksi bersama tentang urgensi
Tokoh Agama dan Masyarakat Satu Suara: Jaga Kedamaian,Tolak Provokasi
Jakarta – Gelombang imbauan menjaga kondusifitas terus bergema dari berbagai tokoh agama, masyarakat, hingga pejabat daerah pasca insiden yang menimpa seorang pengemudi ojek online di Jakarta. Pesan persatuan dan kedamaian ditegaskan agar masyarakat tidak terjebak dalam provokasi yang berpotensi merusak stabilitas bangsa. Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Timur, Gus Azas Rulyaqien, menyampaikan duka mendalam atas
Aspirasi Jangan Tercoreng Anarkisme: NU, dan Muhammadiyah Serukan Jalan Damai
Jakarta – Gelombang demonstrasi besar-besaran yang masih terjadi sejak akhir Agustus 2025 menimbulkan keprihatinan luas. Aksi yang awalnya bertujuan menyuarakan aspirasi rakyat kini bergeser ke tindakan anarkis berupa penjarahan, perusakan fasilitas umum, hingga menyasar rumah anggota DPR. Kondisi ini mendorong berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan dan kepemudaan, menyerukan agar masyarakat kembali ke jalur damai. Majelis
TNI-Polri Komitmen Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat
Oleh: Naufal Rizkyan )* Situasi keamanan nasional menjadi perhatian utama pemerintah di tengah meningkatnya dinamika sosial beberapa waktu terakhir. Presiden Prabowo Subianto secara langsung memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan evaluasi menyeluruh mengenai perkembangan yang terjadi. Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan pentingnya langkah konkret untuk memastikan keamanan
