Month: May 2025
Indonesia Hadapi Tantangan Tarif Impor Trump dengan Kebijakan Ekonomi Berkelanjutan
JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus mengambil langkah strategis dalam menghadapi dampak kebijakan proteksionis yang digaungkan oleh Donald Trump, termasuk potensi pemberlakuan tarif impor tinggi terhadap sejumlah negara mitra dagang Amerika Serikat. Salah satu respons utama pemerintah adalah memperkuat kerja sama ekonomi internasional dan mempercepat penyelesaian perundingan dagang dengan berbagai mitra global. Fokus saat ini tertuju
Langkah Pemerintah Atasi Tarif Impor Trump Melalui Diversifikasi Pasokan Energi
Oleh: Steven Haryono *) Kebijakan proteksionis dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump, dengan penerapan tarif impor yang tinggi, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Alih-alih sekadar merespons kebijakan tersebut dengan retorika politik, pemerintah Indonesia mengambil pendekatan strategis dan konstruktif melalui langkah diversifikasi pasokan energi. Pendekatan ini tidak hanya berfungsi
Mendukung Diplomasi Ekonomi Indonesia Hadapi Tarif Impor Trump
Oleh: Rivka Mayangsari*) Indonesia terus menegaskan posisinya sebagai negara yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi dinamika global, termasuk kebijakan tarif impor proteksionis yang kembali digulirkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Di tengah ketidakpastian pasar dunia dan kecenderungan kebijakan ekonomi unilateral dari beberapa negara besar, pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dan terukur untuk melindungi kepentingan
Optimisme Membangun Bangsa, Seruan Indonesia Gelap Hanya Menghambat Kemajuan
JAKARTA – Di tengah menguatnya slogan “Indonesia Gelap” yang digaungkan sejumlah elemen masyarakat dalam berbagai aksi demonstrasi, sejumlah tokoh nasional menyuarakan seruan optimisme untuk terus membangun bangsa. Mereka menilai bahwa narasi tersebut bersifat subjektif dan kontraproduktif terhadap semangat kolektif menuju Indonesia Emas 2045. Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menanggapi narasi tersebut dengan menyebut bahwa pandangan
Indonesia Menuju Terang, Seruan Gelap Tak Punya Dasar
Jakarta – Di tengah munculnya narasi pesimistis mengenai masa depan Indonesia, pemerintah dan sejumlah pakar ekonomi justru menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional tetap berada dalam jalur yang positif dan berkelanjutan. Seruan “Indonesia Gelap” yang beredar belakangan ini dinilai tidak berdasar dan tidak mencerminkan fakta lapangan. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan optimisme kuat
Provokasi Indonesia Gelap Tidak Berdasarkan Fakta
Oleh Yahya Damanik )* Narasi tentang Indonesia sebagai negara yang “gelap”, kacau, atau gagal, belakangan kerap beredar di ruang-ruang digital dan sebagian media alternatif. Padahal, bila ditelaah secara jernih dan objektif, tuduhan tersebut tidak berlandaskan pada realitas yang ada. Narasi semacam itu tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi menimbulkan perpecahan dan ketidakpercayaan terhadap negara
Tolak Provokasi Indonesia Gelap, Perekonomian Terus Tumbuh
Oleh: Anwar Gani* Di tengah berbagai dinamika global yang penuh tantangan, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan dan arah pertumbuhan yang positif. Isu-isu yang menyebut bahwa “Indonesia Gelap” karena berada dalam kondisi sulit secara ekonomi tidak sejalan dengan data dan realitas yang ada. Justru, perekonomian nasional tetap mencatat pertumbuhan yang stabil dan mencerminkan fundamental yang kuat. Dengan
Pakar Hubungan Internasional: Indonesia Tegaskan Peran Strategis Diplomasi di Dunia Islam Melalui Forum PUIC 2025
Jakarta – Indonesia kembali menjadi tuan rumah Konferensi ke-19 Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC) yang berlangsung pada 12–15 Mei 2025. Forum ini menjadi momen strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan peran dalam diplomasi strategis di antara negara-negara Muslim serta memperkuat posisi sebagai pemimpin diplomasi di kancah global. Guru Besar Hubungan Internasional Universitas
PUIC 2025: Parlemen Indonesia Jadi Kekuatan Diplomasi Multilateral Negara Muslim
Jakarta – Penyelenggaraan Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) menjadi peluang penting bagi Indonesia untuk memperkuat peran strategisnya dalam menjalin solidaritas di antara negara-negara Muslim. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, forum ini dinilai sebagai momen yang tepat bagi Indonesia untuk mendorong kerja sama dan persatuan dunia Islam. Profesor Hubungan Internasional
Indonesia Tuan Rumah Konferensi PUIC ke-19: Momentum Strategis Perkuat Solidaritas Dunia Islam
Jakarta – Konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI (PUIC) ke-19 yang digelar di Indonesia menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat solidaritas antarnegara Muslim di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Prof. Teuku Rezasyah. Menurut Prof. Rezasyah, konferensi ini hadir di tengah eskalasi konflik








